Selasa, 16 Oktober 2018

Bangsatnya pemikir amatir


Assalamualaikum wr.wb..
Tunduk ku pada sang pencipta yang memberi kebebasan akal pemikiran.

Ini adalah pemikiranku, tak berniat kudengar persetujuanmu, apa yang terbaca memang apa yang ku rasa. Bukan pertunjukan kebenaran skali lagi ini bukan pertunjukan kebenaran, apa yang ku urai memang apa yang ingin ku sampai, dan kau tak perlu tahu atas apa yang ingin ku capai, di samping itu tak ku pungkiri bahwa kau berhak untuk menilai, dan jika memang perlu ku persilahkan kau untuk memberai.

Kau akan ku beri tahu tentang pemikiran seorang amatiran yang kali ini tak peduli akan perbedaan dan besar kemungkinan dikonteks ini akan banyak pertentangan pertentangan pemikiran akan kebenaran.

Banyak hal yang ku tentangkan atas dasar pemikiran, terlepas dari kebenaran pembuktian yang ku lakukan, terlepas dari persetujuan yang tidak pernah ku ajukan. Kadang, tak spendapat pikiran ku atas pemikir pemikir yang tak sepikir, atau atas pemikir pemikir yang tak sealir, karna aku berpikir atas kemauan dan terhadap apa yang ku persoalkan pada pemikiran.

Saat ini hal yang terpikir pada pemikiran pemikir amatir ini bahwa aku tak ingin berjuang dengan paksaan, apa yang ku perjuangkan harus mutlak dri olahan pemikiran. Jika terhambat oleh pertentangan pikiran, maka ku tekankan bahwa itu tidak akan terpersoalkan, karna aku berhak memperjuangkan apa yang ingin aku perjuangkan dan aku berhak acuhkan atas apa yang pikiranku ingin acuhkan.

Jadi kebenaran yang ku gunakan adalah apa yang kupikir benar, karna persoalan benar menurutku adalah produk dri olahan pikiran ku ini. Seandainya kau ingin merubah pemikiran ku maka robahlah dengan doktrinan yang mengedepankan kerasionalan, karna tanpa itu ucapan mu akan teralih pikiran pemikir yang amatiran.

Teori teori tokoh yang kokoh memang harus di contoh tetapi dikonteks kebangsatan pemikiran ini aku malah senang menikmati pikiran pikiran bodoh yang tak harus kalian contoh karna memang pikiran ku ini tak luput dari perbuatan ceroboh. Tapi hal ini tak pernah merugikan bagi ku, karna aku tidak akan pernah berkhianat dengan pikiran ku yang difungsikan untuk menggerakan organ organ tubuhku.

Berpatokan pada pemikiran memang slalu kulakukan, tetapi perlu ku garis bawahi bahwa keegoisan berpikir bebas ini bukanlah hal yang negatif yang dalam artian terlalu cenderung keberpihakanku sehingga aku tidak bisa tumbuh dan berkembang oleh tokoh tokoh pemikir lain yang tak sealir. Maka jangan kau tuduh bahwa aku kebal akan bujukan atau doktrinan pembangunan, malah menurutku hal semacam itu kujadikan bahan bahan pemikiran untuk kmudian kutarik kesimpulan dengan kerasionalan yang dihasilkan dari mesin berpikir (pemikiran) ini.

Kadang ku rasakan kesangaran pemikiran, yang mungkin menurut mu sebuah ke egoisan, tetapi bagiku hal inilah kenikmatan yang sulit untuk dileburkan, meski kau tampakan wajah kehancuran aku tak akan iba hingga berubah perlakuan kecuali stelah terbitnya kesimpulan dari olahan pemikiran yang kulakukan.