Assalamualaikum wr wb..
Ini adalah ketikan awal ku yang insyaallah akan berlanjut dan berlarut dri keinginan kecil ku selanjutnya dan ini juga merupakan curahan jiwa yg timbul atau muncul kepermukaan setiap mata para pembaca, apa yang ku ketik adalah apa yg ku rasa bukan membenarkan apa yg tak benar atau lebih tepatnya bukan untuk mengemukakan pembenaran, melainkan menjelaskan realita argumen jiwa yg tak mungkin memunculkan dusta.
Memang ketikan ini tanpa aturan atau bisa jadi tidak sesuai format penulisan (ketikan) tpi akan ku pastikan ketikan yg sekiranya tak terarah dengan jelas ini akan senada dengan kebenaran kebenaran perasaan. Satu hal lgi sbenarnya saat ini tidak ada konsep yg tersusun untuk penyampaian, hanya saja ada tekad dan niat yg tersirat sehingga ketikan ku terus berjalan tanpa ragu akan kritikan, mungkin aku akan menceritakan atau lebih tepatnya menguraikan seluk beluk ungkapan yg tersangkut di jiwa jiwa yg sangat ingin ku lontarkan pada realita, yaitu pandangan ku terhadap proses yang sampai saat ini blum ku temukan kejelasan ujung atau batas akhirnya.
Baiklah mungkin permulaan dri inti ketikan atau lebih tepatnya suara jiwa ini ialah kata "proses", proses menurut ku adalah ketika diriku dan hati nuraniku mencari suatu masalah kmudian menuntaskan dengan kemandirian pemikiran, itu lah proses yg ku tangkap saat ini, karna proses adalah rumah perjuangan ketika kamu berproses maka saat itu jga kamu sdang memperjuangkan perihal yg akan terpejuangkan, karna proses bagiku mencari masalah, maka kumaklumi permasalahan yg muncul ketika aku tdak siap, karna telah kuyakini diriku bahwa ketika permasalahan yg tak terdata otak ku yang tak terencana analisis ku tiba tiba muncul dengan niat membatasi gerak gerik langkahku maka kupastikan dengan jiwa dan pemikiran yg tlah spakat memperjuangkan ragaku, permasalah itu akan tuntas dengan ketiadaan data darinya bahwa aku berontak jauh dri perkiraannya. Sungguh pada prosesku yg sdang riang berjalan ini bahwa hal yang terburuk lah yang terbaik bagiku, jika kau bertanya mengapa demikian, maka akan ku jawab karna kata terburuklah rival abadi dri kata terbaik, jika kamu mengalahkan yang terburuk maka dapat di pastikan yang terbaik akan berjalan menuju mu. Jadi bisa disimpulkan keadaan terburuk ialah peluang terbesar untuk menjadi yang terbaik.
Pada proses ini bukan lah kata terburuk yang kutakutkan melainkan kata berhenti yg ku ragukan karena berhenti adalah selesai, jika kamu berhenti berproses atau berhenti berjuang maka kata terburuk akan berlari menghampirimu hingga kata terbaik yg berjalan mendekatimu pun berhenti dan kecewa kpada langkah langkah fitrah kehidupan mu yaitu langkah langkah kebenaranmu maka ku usulkan kpada kalian, jika kata berhenti mendekatimu dengan merayu jiwa pikiran mu bahwa ia lah fasilitator menuju zona nyaman mu maka ingatlah, nyaman saat itu bukan lah apa yg ingin kau raih, ibarat kamu disugukan sbuah speda statis ketika ingin berolahraga yg di iming imingkan kepadamu keuntungan keuntungan tertentu tanpa kau tau bahwa kuntungan sesungguhnya terletak ketika kamu menaiki speda usang yg akan membawa mu ketenangan sensasi perkotaan atau keindahan keindahan alam. Karna, yg nyaman bukan lah yg terbaik kadang yang nyaman adalah kenikmatan terburuk dalam hidup mu, yg membuat kamu betah di suatu titik tanpa melirik ke beberapa titik lainnya, dan pada kondisi itu percayalah bahwa kamu tak akan sadari masih banyak hal hal terbaik yang tak kau nikmati di dunia ini.
Ini adalah perjuangan prosesku, dan dari pada ocehanmu tentang proses bodoh ku ini, ku usulkan padama mu lebih baik kau saingi saja hasilku mungkin itu yg lebih impas untuk kebanyakan tingkah makhluk seperti itu. Kelak waktu akan menjelaskan apa yang raga ku lakukan dan apa yg mulut mu pertahankan. Sungguh jika kau kira aku masih menikmati tidur ku dengan mimpi mimpi indah Seperti yg kau bayangkan, niscaya aku akan jauh meninggalkan mu. Bukan karena aku yg pintar dan cerdas hingga aku lebih tau darimu tpi karena kutanam kan pada jiwa saing ku bahwa seandainya tdak ada hak diriku berjalan di samping mu maka setidaknya aku melangkah di depan mata kepalamu hingga kamu mengejar kertertinggalan mu, mungkin beginilah solusi dariku agar kamu tak merenung menunggu pencapaian prosesku. jika seseorang sedang duduk maka aku akan berdiri, jika sesorang berdiri aku akan berjalan jika dia telah berjalan maka aku akan lari untuk jalan proses ini.
Aku lebih baik berjuang bersama impian impian ku dri pada ikut memikirkan mimpi mimpi Imajinasi indah ku itu.
Pada ketikan tak berarah ini ku ajak dirimu agar tertantang pada panggilan perjuangan, karna aku sangat yakin tidak mungkin besar suatu masa tanpa seorang pejuang. Ketahuilah bahwa setiap jiwa memikul masa masanya maka jangan biarkan masa yang kau pikul tidak ada sang pejuang di perjalanannya, karna di masa yg kita pikul ini memiliki aktor masing masing, maka berperan lah pada masing masing masa itu, jadilah pejuang di masa mu jangan sampai kebodohan menjadi pahlawan di masa yg kamu pikul.
Ini adalah ketikan awal ku yang insyaallah akan berlanjut dan berlarut dri keinginan kecil ku selanjutnya dan ini juga merupakan curahan jiwa yg timbul atau muncul kepermukaan setiap mata para pembaca, apa yang ku ketik adalah apa yg ku rasa bukan membenarkan apa yg tak benar atau lebih tepatnya bukan untuk mengemukakan pembenaran, melainkan menjelaskan realita argumen jiwa yg tak mungkin memunculkan dusta.
Memang ketikan ini tanpa aturan atau bisa jadi tidak sesuai format penulisan (ketikan) tpi akan ku pastikan ketikan yg sekiranya tak terarah dengan jelas ini akan senada dengan kebenaran kebenaran perasaan. Satu hal lgi sbenarnya saat ini tidak ada konsep yg tersusun untuk penyampaian, hanya saja ada tekad dan niat yg tersirat sehingga ketikan ku terus berjalan tanpa ragu akan kritikan, mungkin aku akan menceritakan atau lebih tepatnya menguraikan seluk beluk ungkapan yg tersangkut di jiwa jiwa yg sangat ingin ku lontarkan pada realita, yaitu pandangan ku terhadap proses yang sampai saat ini blum ku temukan kejelasan ujung atau batas akhirnya.
Baiklah mungkin permulaan dri inti ketikan atau lebih tepatnya suara jiwa ini ialah kata "proses", proses menurut ku adalah ketika diriku dan hati nuraniku mencari suatu masalah kmudian menuntaskan dengan kemandirian pemikiran, itu lah proses yg ku tangkap saat ini, karna proses adalah rumah perjuangan ketika kamu berproses maka saat itu jga kamu sdang memperjuangkan perihal yg akan terpejuangkan, karna proses bagiku mencari masalah, maka kumaklumi permasalahan yg muncul ketika aku tdak siap, karna telah kuyakini diriku bahwa ketika permasalahan yg tak terdata otak ku yang tak terencana analisis ku tiba tiba muncul dengan niat membatasi gerak gerik langkahku maka kupastikan dengan jiwa dan pemikiran yg tlah spakat memperjuangkan ragaku, permasalah itu akan tuntas dengan ketiadaan data darinya bahwa aku berontak jauh dri perkiraannya. Sungguh pada prosesku yg sdang riang berjalan ini bahwa hal yang terburuk lah yang terbaik bagiku, jika kau bertanya mengapa demikian, maka akan ku jawab karna kata terburuklah rival abadi dri kata terbaik, jika kamu mengalahkan yang terburuk maka dapat di pastikan yang terbaik akan berjalan menuju mu. Jadi bisa disimpulkan keadaan terburuk ialah peluang terbesar untuk menjadi yang terbaik.
Pada proses ini bukan lah kata terburuk yang kutakutkan melainkan kata berhenti yg ku ragukan karena berhenti adalah selesai, jika kamu berhenti berproses atau berhenti berjuang maka kata terburuk akan berlari menghampirimu hingga kata terbaik yg berjalan mendekatimu pun berhenti dan kecewa kpada langkah langkah fitrah kehidupan mu yaitu langkah langkah kebenaranmu maka ku usulkan kpada kalian, jika kata berhenti mendekatimu dengan merayu jiwa pikiran mu bahwa ia lah fasilitator menuju zona nyaman mu maka ingatlah, nyaman saat itu bukan lah apa yg ingin kau raih, ibarat kamu disugukan sbuah speda statis ketika ingin berolahraga yg di iming imingkan kepadamu keuntungan keuntungan tertentu tanpa kau tau bahwa kuntungan sesungguhnya terletak ketika kamu menaiki speda usang yg akan membawa mu ketenangan sensasi perkotaan atau keindahan keindahan alam. Karna, yg nyaman bukan lah yg terbaik kadang yang nyaman adalah kenikmatan terburuk dalam hidup mu, yg membuat kamu betah di suatu titik tanpa melirik ke beberapa titik lainnya, dan pada kondisi itu percayalah bahwa kamu tak akan sadari masih banyak hal hal terbaik yang tak kau nikmati di dunia ini.
Ini adalah perjuangan prosesku, dan dari pada ocehanmu tentang proses bodoh ku ini, ku usulkan padama mu lebih baik kau saingi saja hasilku mungkin itu yg lebih impas untuk kebanyakan tingkah makhluk seperti itu. Kelak waktu akan menjelaskan apa yang raga ku lakukan dan apa yg mulut mu pertahankan. Sungguh jika kau kira aku masih menikmati tidur ku dengan mimpi mimpi indah Seperti yg kau bayangkan, niscaya aku akan jauh meninggalkan mu. Bukan karena aku yg pintar dan cerdas hingga aku lebih tau darimu tpi karena kutanam kan pada jiwa saing ku bahwa seandainya tdak ada hak diriku berjalan di samping mu maka setidaknya aku melangkah di depan mata kepalamu hingga kamu mengejar kertertinggalan mu, mungkin beginilah solusi dariku agar kamu tak merenung menunggu pencapaian prosesku. jika seseorang sedang duduk maka aku akan berdiri, jika sesorang berdiri aku akan berjalan jika dia telah berjalan maka aku akan lari untuk jalan proses ini.
Aku lebih baik berjuang bersama impian impian ku dri pada ikut memikirkan mimpi mimpi Imajinasi indah ku itu.
Pada ketikan tak berarah ini ku ajak dirimu agar tertantang pada panggilan perjuangan, karna aku sangat yakin tidak mungkin besar suatu masa tanpa seorang pejuang. Ketahuilah bahwa setiap jiwa memikul masa masanya maka jangan biarkan masa yang kau pikul tidak ada sang pejuang di perjalanannya, karna di masa yg kita pikul ini memiliki aktor masing masing, maka berperan lah pada masing masing masa itu, jadilah pejuang di masa mu jangan sampai kebodohan menjadi pahlawan di masa yg kamu pikul.